Sunday, February 11, 2024

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 Assalamualikum, wr,wb

        Akhirnya saya mempunyai sebuah blog pribadi 😁 Salam kenal teman-teman pencinta dunia pendidikan, jujur ini blog pertama yang saya buat khusus untuk membahas pendidikan. Nama saya Marina, S.Pd, saya guru kelas di SDN 08 Pontianak Utara. Saat ini saya sedang mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan 9 Kota Pontianak. Nah, dalam postingan pertama saya ini, saya akan membahas tentang koneksi antar materi dalam modul 3.1 tentang penerapan pengambilan keputusan seorang pemimpin. Modul 3.1 ini akan selalu berkaitan dengan modul-modul sebelumnya dalam LMS PGP ini. Untuk itu mari kita bahas satu persatu. Sebelum itu ada sebuah kutipan yang akan kita bahas terlebih dahulu.

   “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Bob Talbert

Seperti kutipan di atas, mengajarkan anak menghitung itu baik namun mengajarkan anak apa yang berharga/utama adalah yang terbaik. Artinya ada dua pilihan yang keduanya baik (atau benar), namun memilih sesuatu yang terbaik adalah menjadi hal yang utama. Sehingga, pentingnya pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai sebagai seorang pemimpin.

💜Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan adalah Ing Ngarso Sung Tulodho (Seorang pemimpin harus mampu memberi tauladan), Ing Madya Mangunkarsa (Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dorongan, semangat dan motivasi dari tengah), Tut Wuri handayani (Seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dari belakang), yang artinya adalah Seorang pemimpin (Guru) harus mampu memberikan teladan dan memberikan semangat dan motivasi dari tengah juga mampu memberikan dorongan dari belakang untuk kemajuan seorang muridnya. Sebagai seorang pemimpin kita wajib menggunakan filosofi ini dalam setiap mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil hendaklah keputusan yang berpihak kepada murid dengan menerapkan nilai-nilai kebajikan. Dengan begitu kita secara langsung dapat membentuk murid-murid yang memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila. 

💜 Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri kita sebagai pendiidk akan mewarnai dalam setiap keputusan yang kita ambil. Nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan semuanya itu akan menjadi pengaruh utama dalam proses keputusan yang akan kita ambil saat ada masalah. Nilai-nilai kebajikan akan memberikan dorongan moril maupun materil terhadap semua warga sekolah khususnya murid-murid kita dalam mewujudkan Tut Wuri handayani selama proses pengambilan keputusan tersebut bertanggung jawab, penuh dengan kompetensi kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, dan keterampilan berhubungan sosial. 

💜 Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambilApakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebutHal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya ?

Saat kita dihadapkan dengan suatu masalah tentunya pengambilan keputusan juga menyertai didalamnya, ketepatan kita dalam pengambilan keputusan sangatlah penting karena kita tidak mau dampak yang negatif akan muncul apalagi menyangkut orang banyak. Salah satu faktor dalam pengambilan keputusan adalah keterampilan coaching. Saya sangat bersyukur karena selama mengikuti PGP ini ada materi coaching. Dimana pengajar praktik dan juga fasilitator membimbing saya dalam hal pengembangan keterampilan coaching. Dengan coaching kita dapat membantu orang dalam menyampaikan solusi yang mungkin selama ini sulit untuk mereka utarakan. 

💜 Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Saat emosional seseorang sedang mengalami tekanan, terkadang keputusan yang diambil terlalu tergesa-gesa tanpa pikir pajang sehingga dampak yang ditimbulkan setelahnya tidak ia pikirkan. Namun jika emosional diri berada dalam fase tenang, tidak terpengaruh oleh apapun siapapun maka kita dapat dengan fokus memikirkan keputusan yang akan kita ambil dengan sebelumnya memikirkan resiko atau dampak apa yang akan timbul dan manfaat apa yang akan diterima dengan keputusan tersebut. Jelas sosial emosional sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

💜  Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika menguji seorang pendidik dalam memetakan paradigma dilema etika agar pengambilan keputusan lebih baik dan bijak. Jika seorang pendidik memiliki nilai-nilai yang positif maka keputusan yang ia ambil akan tepat dan benar, dan dapat pula di pertanggung jawabkan, namun jika pendidik memiliki nilai-nilai yang negatif maka keputusan yang diambilnya akan bertentangan dengan norma, agama, dan kaidah moral karena ia merasa keputusan tersebut sudah benar dalam versi pribadi dirinya sendiri. 

💜 Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman ?

Jika seorang pemimpin benar dalam mengambil keputusan sesuai dengan prinsip, nilai-nilai kebajikan yang dianutnya, paradigma pengambilan keputusan, dan memikirkan konsekuensi kedepannya maka akan mengalir dengan sendirinya terciptanya lingkungan yang positif juga, semua warga sekolah akan merasa  aman dan nyaman, murid-murid senang untuk mengikuti proses belajar karena setiap keputusan yang diambil gurunya membuat mereka nyaman tidak tertekan. Guru-guru akan senang dan mengganggap keputusan pemimpinnya bijak untuk kehidupan mereka di lingkungan kerja. 

💜Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Pengambilan keputusan dilandasi dari 3 prinsip, dan prinsip yang kita ambil harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Setiap keputusan memiliki pro dan kontra, dan juga tantangan yang berbeda-beda. Tantangan yang saya hadapi saat dihadapkan dengan kasus-kasus dilema etika adalah perasaan yang tidak enak terhadap beberapa pihak karena tidak dapat memuaskan atau tidak sesuai dengan kemauan mereka. Maka dari itu saya mengikuti kesembilan langkah dalam pengambilan keputusan untuk mengurangi rasa tidak enak saya tersebut. Perubahan paradigma dapat terjadi jika keputusan yang diambil merupakan perintah dari atasan kita. Maka dari itu kita harus memberikan pengertian kepada atasan jika mengambil keputusan seyogyanya haruslah keputusan yang berpihak kepada murid.  

💜Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Seorang guru harus mengambil keputusan yang berpihak pada murid, hal ini tentunya berpengaruh terhadap pengajaran yang kita lakukan. Pembelajaran tersebut juga harus yang berpusat pada murid, memerdekakan mereka untuk mengeksplore diri mereka sendiri tanpa adanya paksaan dan tanpa harus selalu seperti yang guru inginkan. Pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda dapat dilakukan dengan pembelajaran berdiferensiasi, yang mana kita dapat memetakan pembelajaran sesuai kebutuhan murid. 

💜Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Jika seorang guru mengambil keputusan yang memerdekakan dan berpihak pada murid maka murid akan belajar menjadi seseorang yang mandiri dalam mengambil keputusan kelak di masa depannya. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang bijak dalam pengambilan keputusan, mempertimbangkan dampak akhirnya. Keputusan yang diambil guru bisa membawa kesuksesan kepada murid jika digunakan dengan baik, namun sebaliknya jika keputusan tersebut diambil dengan tidak memikirkan kebutuhan murid maka akan berdampak buruk untuk masa depan murid.

💜 Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya  adalah  Modul pengambilan keputusan  berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin adalah membantu kita memahami pentingnya integritas dan etika dalam proses pengambilan keputusan. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang ditekankan dalam modul-modul sebelumnya, terutama dalam filosofi Ki Hajar Dewantara, menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan yang etis dan bermoral. Visi pendidikan yang berorientasi pada iswa seperti pengambilan keputusan dan nilai-nilai guru penggerak menekankan pentingnya berfokus pada kepentingan siswa. Keputusan-keputusan yang diambil harus memprioritaskan pembelajaran dan perkembangan siswa, sejalan dengan visi-visi sekolah penggerak yang berfokus pada menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan holistik siswa. Kemudian pendekatan yang inklusif dan berpusat pada siswa, pengambilan keputusan juga mendukung pendekatan inklusif yang mencakup perbedaan individu. Ini sesuai dengan visi-visi sekolah penggerak yang menghargai keberagaman dan mencoba memenuhi kebutuhan semua siswa. Sehingga mencerminkan pentingnya kepemimpinan yang berfokus pada pencapaian hasil yang positif dalam pendidikan. Keputusan-keputusan yang diambil harus memiliki tujuan jangka panjang yang jelas, sesuai dengan visi-visi sekolah penggerak untuk meraih prestasi akademik yang baik dan perkembangan siswa yang holistik. Secara keseluruhan, modul pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin  menjadi titik akhir dalam pemahaman dan penerapan nilai-nilai dan filosofi pendidikan yang telah dipelajari sepanjang perjalanan pembelajaran. Dengan pengambilan keputusan yang bijaksana, berorientasi pada etika, dan berpusat pada siswa, pemimpin pendidikan dapat berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan dan kesuksesan siswa.

   💜  Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

   Dilema etika merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan di mana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan, sedangkan bujukan moral merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah. Pengambilan keputusan yang dilakukan berlandaskan atas tiga prinsip penyelesaian dilema, yaitu Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) ataukah Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)Secara umum, ada empat kategori paradigma yang ada dalam situasi dilematis itu.

    👉Individu lawan kelompok (individual vs community) Artinya, ada pertentangan antara individu melawan kelompok yang lebih dominan atau mayoritas dalam sebuah perkumpulan yang lebih besar itu. 

    👉Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) Pilihannya adalah antara mengikuti aturan "hitam di atas putih" atau melanggar sepenuhnya. 

    👉Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) Terkadang, dalam mengambil keputusan, kita harus memilih antara jujur atau setia kepada orang lain. Kejujuran dan kesetiaan ini acap menjadi pertentangan yang berat. 

    👉Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) Paradigma ini sering dijumpai. Sering kita dihadapkan pada situasi antara mengambil keputusan jangka panjang atau jangka pendek.

Ada 9 langkah yang kita gunakan untuk pengambilan keputusan, yaitu : Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tertentu, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut, Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut, Pengujian benar atau salah, Pengujian paradigma benar dan benar, Melakukan prinsip resolusi, Investigasi Opsi Trilema, Buat Keputusan, dan Lihat lagi keputusan itu lalu refleksikan.

💜Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, dan mungkin sering, namun apa yang saya putuskan terkadang berdasarkan kemauan saya saja. Setelah mempelajari modul ini banyak sekali ilmu yang saya dapatkan terkait pengambilan keputusan terutama keputusan yang berpihak kepada murid. Dan langkah-langkah yang harus saya ambil agar keputusan tersebut tepat dan memiliki dampak yang baik.

💜 Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Secara jujur saya mengakui bahwa setelah mengikuti program Pendidikan guru penggerak ini terutama mempelajari topik tentang pengambilan keputusan telah memberikan pencerahan yang sangat besar terhadap cara berpikir dan cara pandang saya terhadap satu permasalahan yang perlu mendapat resolusi. Sebelumnya saya cenderung memandang bahwa pengambilan keputusan adalah berada ditangan atasan saya seperti kepala sekolah. Adapun saya sebagai guru hanyalah pelaksana dari keputusan yang telah dibuat oleh pimpinan sekolah, dan guru tidak banyak terlibat dalam proses tersebut. Namun ternyata setelah saya mempelajari modul ini secara lebih serius, apalagi dengan bimbingan pengajar praktik dan fasilitator yang sangat bagus telah merubah cara pandang saya dan memiliki paradigma baru dalam pengambilan keputusan. Bahwa kita sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu dan dapat membuat keputusan yang menguntung peserta didik dalam konteks memerdekakan mereka secara humanistik agar terjadi peningkatan kapasitas belajar yang optimal berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing mereka. Tidak seperti pada kebiasaan lama yaitu pengambilan keputusan lebih pada kepentingan egoisme guru dan kerap menggunakan pendekatan sanksi/hukuman, yang pada akhirnya telah melumpuhkan daya kritis mereka dan menghancurkan motivasi belajar peserta didik.

    💜Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
    Sangat-sangat penting bagi saya yang mungkin suatu saat juga akan menjadi seorang pemimpin. Terkadang melihat pemimpin yang bisa mengambil keputusan dengan tepat menginspirasi saya untuk bisa melakukan hal yang sama dengannya. Saya bersyukur di modul 3 ini ada pembahasan tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin. Saya jadi mengetahui prinsip, paradigma, dan 9 langkah-langkah dalam pengambilan keputusan. Saya belajar bagaimana meletakkan perasaan jika dihadapkan dilema etika apalagi yang kita hadapi adalah teman-teman rekan sejawat kita di kantor, dan bagaimana menjadikan keputusan kita ke arah berpihak kepada murid. 

                                        💜                💜                 💜




3 comments:

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 Assalamualikum, wr,wb         Akhirnya saya mempunyai sebuah blog pribadi 😁 Salam kenal teman-teman pencinta dunia pendidikan, jujur ini b...